Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Cak Imin: Memberangus Hak Kompetisi Orang

by -1366 Views
Muhaimin Iskandar

Minggu, 8 Januari 2023 – 22:00 WIB

VIVA Politik – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyebutkan bahwa pihaknya menolak keras adanya sistem pemilu proporsional tertutup. Pria yang kerap disapa Cak Imin itu menilai, dengan adanya sistem pemilu proporsional tertutup, hal itu tentu akan memotong hak kompetisi demokratis.

“Waktu sudah sangat pendek, pemotongan hak kompetisi demokratis,” kata Cak Imin kepada wartawan, Minggu 8 Januari 2023.

Menurut mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu, pembahasan sistem pemilu 2024 mendatang seharusnya dilakukan sejak dulu, bukan satu tahun menjelang pelaksanaan pemilu 2024 mendatang. Apabila pembahasan sistem Pemilu 2024 dilakukan sejak dulu, Cak Imin menilai hal itu merupakan hal yang wajar.

Parpol tolak pemilu sistem Proporsional tertutup

Parpol tolak pemilu sistem Proporsional tertutup

“Kalau proporsional tertutup dipilih 4 tahun sebelum pemilu, barangkali wajar-wajar saja. Tetapi, ini satu tahun sebelum Pemilu, ini sama saja memberangus hak-hak kompetisi orang. Kalau proporsional (tertutup) dalam waktu satu tahun sebelum pemilu, ini tidak adil,” pungkas dia.

Sebelumnya, wacana Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 kembali ke sistem proporsional tertutup memantik perdebatan. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengaku sudah mengkaji perbedaan sistem Pileg proporsional terbuka dan tertutup.  

Menurut Hasyim, kajian itu akan jadi bahan pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan perkara Nomor 114/PUU-XX/2022 terkait uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang sistem proporsional terbuka. “Sudah ada kajian. Nanti disampaikan pada saatnya sidang,” kata Hasyim di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Rabu, 4 Januari 2023.

Halaman Selanjutnya

Hasyim menambahkan, dirinya sudah diminta MK untuk menjelaskan sistem pemilu. Namun, ia tak memberitahu jadwal dalam sidang tersebut. Kendati demikian, ia mengatakan penjelasan yang disampaikannya tak akan melanggar batasan selaku penyelenggara pemilu. Menurutnya, KPU tak akan berteori terkiat proporsional terbuka dan tertutup. 

img_title

Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.