Reshuffle soal Kenyamanan Presiden, Milih Menteri Tak Harus Objektif

by -1591 Views
Presiden Jokowi  dan Wapres Maruf Amin bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju

Selasa, 27 Desember 2022 – 16:32 WIB

VIVA Politik – Jelang pergantian tahun, dinamika politik diwarnai dengan mencuatnya isu reshuffle yang kemungkinan dilakukan kembali Presiden Jokowi. Meski tak diketahui pasti, pernyataan Jokowi ditafsirkan sebagai sinyal akan lakukan reshuffle.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi heran dengan tanggapan dari elite partai politik atau parpol yang sibuk saling serang dan seolah mengajari presiden. Dia menyindir hal itu ibarat yang punya permen anak kampung tengah tapi yang ribut malah anak kampung kiri dan kanan.

“Mereka berdebat soal permennya anak kampung tengah,” kata Teddy, dalam keterangannya, Selasa, 27 Desember 2022.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda Teddy Gusnaidi.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda Teddy Gusnaidi.

Menurut dia, jika ada menteri dari parpol yang terkena reshuffle maka hal itu merupakan prerogatif Jokowi selaku Presiden. Dia bilang, tak perlu ditanya alasan Jokowi. Sebab, lakukan reshuffle merupakan kenyamanan Jokowi.

“Ini soal kenyamanan Presiden, memilih menteri itu kan tidak harus objektif, karena tidak ada ketentuannya,” tuturnya.

Pun, soal isu menteri dari Nasdem yang dispekulasikan akan dievaluasi, ia mengatakan hal itu sebagai kewenangan Presiden.

Halaman Selanjutnya

“Presiden mau jadikan Raffi Ahmad sebagai Menteri Kehutanan, Cak Lontong sebagai Menteri Pertanian dan Deddy Corbuzier sebagai Menkominfo yang bukan dari partai politik pun tidak ada masalah. Dan, Presiden tidak perlu menjelaskan apa-apa,” jelas Teddy.

img_title

Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.