Presiden Perlu Bijak Ketimbang Buat Kebisingan Reshuffle

by -1095 Views
Enam menteri baru kabinet Jokowi-Ma'ruf hasil reshuffle 2020 saat dikenalkan ke publik pada Selasa 22 Desember 2020.

Senin, 26 Desember 2022 – 15:58 WIB

VIVA Politik – Isu reshuffle kembali mencuat setelah pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang ditafsirkan akan lakukan perombakan menteri di kabinet pemerintahannya. Elite parpol dari kubu oposisi pun beri tanggapan.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyarankan agar Jokowi selaku kepala negara mesti bijak. Menurut dia, dengan sisa kepemimpinannnya yang tak sampai dua tahun lagi, Jokowi mesti cermat dalam kebijakan politiknya.

Bagi Mardani, lebih baik Jokowi menjaga soliditas menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia bilang dengan rekam jejak pengalamannya, Jokowi bisa mengarahkan para menterinya.

“Presiden perlu bijak. Di masa akhir pengabdiannya, bagus menjaga soliditas. Dengan jam terbang tinggi beliau bisa mengarahkan para menteri,” kata Mardani kepada VIVA, Senin, 26 Desember 2022.

Mardani Ali Sera

Mardani Ali Sera

Photo :

  • Facebook.com/MardaniAliSera

Dia menekankan upaya itu lebih baik ketimbang Jokowi melempar isu kemungkinan kembali ada reshuffle. “Ketimbang membuat kebisingan yang tidak perlu dengan reshuffle terburu-buru,” tutur Mardani.

Jokowi sebelumnya ditafsirkan melempar sinyal reshuffle karena pernyataannya yang ditanya awak media. Saat itu, awak media konfirmasi ke Jokowi soal hasil survei Charta Politika yang mayoritas responden setuju ada reshuffle.

Halaman Selanjutnya

Jokowi bilang kemungkinan untuk kembali lakukan reshuffle selalu terbuka. Eks Gubernur DKI itu mengatakan demikian saat lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat Jumat 23 Desember 2022. “Mungkin. Ya nanti,” kata Jokowi.

img_title

Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.