Jika Proporsional Tertutup, Demokrasi Kita Alami Kemunduran

by -190 Views
Ilustrasi Pemilu.

Selasa, 3 Januari 2023 – 14:03 WIB

VIVA Politik – Sistem pemilu untuk digunakan di Pemilu 2024 dengan proporsional tertutup, kembali mengemuka. Sistem ini dimana masyarakat hanya memilih partai. Siapa yang lolos, ditentukan nomor urut. Sementara proporsional terbuka, masyarakat memilih langsung caleg. Yang lolos adalah mereka yang suara terbanyak, tidak ditentukan nomor urut teratas. 

Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi, berharap pelaksanaan Pemilu 2024 tetap menggunakan sistem proporsional terbuka sebagai bentuk dari kemajuan demokrasi dan mendengar suara rakyat.

“Jika diberlakukan proporsional tertutup maka demokrasi kita mengalami kemunduran dan tidak mewakili apa yang menjadi suara rakyat untuk mengusung keterwakilannya di daerah pemilihan,” kata Andi Rio di Jakarta, Selasa, dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan bahwa sistem proporsional terbuka sangat banyak memiliki kelebihan terhadap calon anggota legislatif (caleg) untuk bisa saling bertatap muka dan melakukan interaksi dengan masyarakat.

Menurut dia, melalui interaksi tersebut, caleg dapat mendengar keluh kesah kehidupan masyarakat sehingga keberadaan partai politik dan anggota dewan terpilih dapat diketahui dan dikontrol publik.

“Hal tersebut akan menjadi motivasi untuk partai dan anggota legislatif terpilih dalam bekerja. Jika proporsional tertutup diberlakukan, maka belum tentu rakyat di daerah pemilihannya mengetahui siapa anggota dewan yang terpilih untuk keterwakilan nya di dapil,” ujarnya.

Andi Rio menyesalkan pernyataan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari yang menyampaikan bahwa kemungkinan sistem Pemilu 2024 kembali menggunakan sistem proporsional tertutup.

Halaman Selanjutnya

Menurut dia, KPU seharusnya melakukan komunikasi terlebih dahulu kepada DPR bukan justru bicara di publik tanpa pertimbangan dan rapat dengan DPR.

img_title

Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.