Jadi Menteri Jokowi, Prabowo Dinilai Belum Bisa Tenangkan Oposisi

by -596 Views
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo dan Kepala BIN Budi Gunawan di Surabaya.

Jumat, 16 Desember 2022 – 19:04 WIB

VIVA Politik – Bergabungnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kabinet pemerintahan Jokowi dinilai belum bisa membuat masyarakat di bawah tenang. Masyarakat yang dimaksud terbelah imbas persaingan Pilpres 2019 antara Prabowo dengan Jokowi.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menilai kontestasi Pilres 2019 membuat pengkubuan antara Prabowo dengan Jokowi sangat kencang. Dia teringat momen saat Jokowi hendak dilantik sebagai RI-1.

“Kami diundang diskusi lalu kita mengusulkan, dua pemilu Presiden berdarah-darahlah. Pengkubuan kristal di belakang Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu sangat keras. Alangkah baiknya, kalau bapak mengusung ide rekonsiliasi,” kata Fahri saat diskusi virtual Unpacking Indonesia pada Jumat, 16 Desember 2022.

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah

Kata Fahri, bila perlu, Prabowo diajak masuk ke dalam kabinet Pemerintahan Jokowi sebagai platform pada 2019. Tapi, Fahri menyayangkan karena baik sisi Jokowi maupun Prabowo itu kurang digaungkan platform rekonsiliasinya. 

Padahal, menurut dia, kabinet rekonsiliasi itu dalam tradisi demokrasi ada.

“Berkali-kali kalau politik itu mengalami kebuntuan ya rekonsiliasi diperlukan. Bahkan, kabinet rekonsiliasi itu ada dalam negara parlementer maupun negara presidensil,” ujar eks Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.